Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Tentang Nabi Yusuf

1 opini
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf:2)
Di dalam surat Yusuf ini, Allah banyak bercerita mengenai Nabi Yusuf a.s.. Ceritanya bermula dari mimpi Nabi Yusuf a.s. yang merupakan tanda-tanda kenabian beliau. Ceritanya berlanjut dengan makar (konspirasi) saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. untuk "menyingkirkan" beliau karena mereka iri akan kenabian yang diterima Nabi Yusuf a.s.. Sebagaimana yang kita tahu bersama, saudara-saudara mereka memutuskan untuk menyingkirkan Nabi Yusuf a.s. dengan cara memasukan beliau ke dalam sumur.

Nabi Yusuf a.s. ditemukan oleh musafir-musafir yang sedang mengambil air dari sumur tersebut. Beliau pun segera dijual oleh musafir-musafir itu dengan harga murah. Para musafir ini berpikir bahwa Nabi Yusuf a.s. ini adalah milik seseorang. Oleh karena itu, Nabi Yusuf a.s. segera dijual (dengan harga murah) sebelum ditemukan pemiliknya.

Nabi Yusuf a.s. dibeli oleh seorang raja Mesir bernama Qithfir. Raja Mesir ini berkata kepada istrinya (yang bernama Zulaikha): "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak."[1] Dengan izin Allah, Nabi Yusuf a.s. justru menemukan kehidupan yang baik setelah dibuang oleh saudara-saudara beliau. Akan tetapi, setelah Nabi Yusuf a.s. dewasa, Zulaikha justru menggoda beliau. Dengan izin Allah, beliau berhasil menahan diri dari godaan Zulaikha.
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?" (QS. Yusuf:25)
Dalam ayat di atas diceritakan bahwa Nabi Yusuf a.s. akhirnya difitnah saat beliau mencoba menghindar dari godaan Zulaikha. Ayat-ayat selanjutnya bercerita bagaimana Nabi Yusuf a.s. itu berhasil dibebaskan dari tuduhan Zulaikha dengan melihat posisi koyaknya baju gamis beliau.

Cerita tentang kehidupan Nabi Yusuf pun terus berlanjut. Mulai dari ayat 30 s.d. ayat 35, surat Yusuf bercerita bagaimana Nabi Yusuf a.s. akhirnya tetap dipenjara walaupun beliau tidak bersalah. Di dalam penjara, Nabi Yusuf a.s. justru mendapatkan kesempatan untuk berdakwah sebagaimana diceritakan dari ayat 36 s.d. ayat 42. Di dalam dakwahnya ini Allah memperlihatkan mukjizat Nabi Yusuf a.s. yang mampu menakwilkan mimpi penghuni penjara yang lain.

Nabi Yusuf a.s. tetap dipenjara selama beberapa tahun[2]. Saat beliau dipenjara, beliau mendapatkan kesempatan untuk menakwilkan mimpi raja saat tidak satu orang pun tidak dapat menakwilkan mimpi raja itu sebagaimana tertuang dalam ayat 43 s.d. ayat 49. Kebenaran pun akhirnya sampai kepada raja dan Nabi Yusuf a.s. mendapatkan kesempatan untuk bebas dari penjara. Walaupun begitu, Nabi Yusuf a.s. tidak serta merta keluar dari penjara sebelum membuktikan bahwa beliau memang benar-benar tidak berkhianat dengan menggoda Zulaikha (istri raja).
Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku." Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka." {*} Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu[+1] ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya." Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." {*} (Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. (QS. Yusuf:50 - 52)
Setelah keluar dari penjara, dikisahkan bahwa Nabi Yusuf a.s. akhirnya diberikan kedudukan yang tinggi, yaitu sebagai bendaharawan negara. Bagian ini begitu mengena karena memperlihatkan bagaimana Nabi Yusuf a.s. akhirnya mendapatkan kedudukan yang tinggi karena keteguhannya bertahan sebagai manusia yang jujur dan dapat dipercaya. Sebuah kisah yang jarang kita temukan di antara para pemimpin/wakil rakyat kita saat ini.

Kisah tentang Nabi Yusuf a.s. berlanjut dengan pertemuan beliau dengan saudara-saudaranya. Bagian ini cukup panjang dan diceritakan mulai dari ayat 58 s.d. ayat 93. Bagian ini bercerita tentang kedatangan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. ke Mesir menghadap pembesar-pembesar Mesir untuk meminta bantuan bahan makanan.

Ceritanya agak panjang (36 ayat) untuk saya uraikan di dalam tulisan ini. Inti dari cerita pertemuan ini adalah siasat Nabi Yusuf a.s. untuk dapat bertemu kembali dengan saudara beliau yang bernama Bunyamin dan menahan Bunyamin agar dapat tinggal di Mesir bersama Nabi Yusuf a.s. Kisah pertemuan Nabi Yusuf a.s. dengan Bunyamin ini yang akhirnya berlanjut dengan kisah pertemuan Nabi Yusuf a.s. dengan kedua orang tuanya. Semua itu memungkinkan dengan izin Allah SWT.
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud[+2] kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf:100)
Sebagai penutup, saya kutip doa Nabi Yusuf a.s. menjelang akhir surat Yusuf dalam Al-Qur'an sebagai berikut:
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf:101)
Satu hal yang saya pelajari dari cerita tentang Nabi Yusuf a.s. ini adalah bagaimana saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. untuk "melenyapkan" Nabi Yusuf a.s. itu tidak berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya justru siasat Nabi Yusuf a.s. yang diizinkan oleh Allah SWT untuk berjalan sesuai rencana. Pada saat itu terungkaplah kekuasaan Allah yang tidak terkalahkan siasatnya. Hal yang sama juga berlaku pada siasat Zulaikha yang ingin menjebak Nabi Yusuf a.s. saat Nabi Yusuf a.s. menolak godaannya.

Hanya saja bukti kekuasaan Allah itu tidak datang begitu saja. Bahkan untuk seorang nabi seperti Nabi Yusuf a.s. pun bukti kekuasaan Allah itu datang perlahan dalam rentang waktu yang sangat panjang. Kesabaran dan kejujuran Nabi Yusuf a.s. yang menjadi "perantara" datangnya bukti kekuasaan Allah.

Bagaimana dengan kita? Wallahu a'lam.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf:111)
--
[1]Al-Qur'an surat Yusuf ayat 21.
[2]Al-Qur'an surat Yusuf ayat 42.
[+1]Yang dimaksud dengan keadaanmu ialah pendapat wanita-wanita itu tentang Yusuf a.s. apakah dia terpengaruh oleh godaan itu atau tidak.
[+2]Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah.

Selasa, 14 Februari 2012

Surat Yunus (10) dan Huud (11)

2 opini
Kumpulan ayat-ayat dari Surat Yunus
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Yunus:3)
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Yunus:12)
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya[1], dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya[2], tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. (QS. Yunus:24)
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya[3]. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan[4]. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Yunus:26)
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS. Yunus:44)
Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yunus:61)
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus:107)
Kumpulan ayat-ayat dari Surat Huud
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. {*} Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, {*} kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. Huud:9 - 11)
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. {*} Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[5]. (QS. Huud:15 - 16)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Huud:23)
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Huud:115)
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. Huud:117)
Kisah-kisah para Nabi dalam Surat Huud
  • Kisah Nabi Nuh a.s.: ayat 25 s.d. 49.
  • Kisah Nabi Huud a.s.: ayat 50 s.d. 60.
  • Kisah Nabi Shaleh a.s.: ayat 61 s.d. 68.
  • Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Luth a.s.: 69 s.d. 83.
  • Kisah Nabi Syu'aib a.s.: 84 s.d. 95.
  • Kisah Nabi Musa a.s.: 96 s.d. 99.
Catatan: Kumpulan kisah para Nabi ini juga tercantum dalam surat Al-A'raaf.

--
[1]Maksudnya: bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya telah menghijau dengan tanam-tanamannya.
[2]Maksudnya: dapat memetik hasilnya.
[3]Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat Allah.
[4]Maksudnya: muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikitpun tanda kesusahan.
[5]Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.

Senin, 09 Januari 2012

At-Taubah

3 opini
At-Taubah: Satu-satunya surat dalam Al-Qur'an yang tidak diawali dengan lafadz basmalah. Surat ini berisi firman-firman Allah yang tegas dan keras tentang berjihad (berperang) di jalan Allah. Saya sebut tegas karena berjihad ini bukanlah pilihan. Setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah tidak selayaknya menolak untuk berjihad tanpa ada uzur yang sangat kuat.

Saya sebut keras karena Allah tidak menampakan kelembutannya dalam perintah berjihad ini. Allah SWT seolah-olah tidak memberikan toleransi sedikit pun mengenai keharusan berjihad bagi orang-orang yang beriman. Sebegitu kerasnya perintah Allah sampai orang-orang yang membuat-buat alasan (dengan berdusta) untuk tidak ikut berjihad dijanjikan adzab yang pedih. Na'udzubillaahi min dzaalik.

Memang tidak semua ayat dalam surat At-Taubah ini tentang berjihad di jalan Allah. Akan tetapi, secara garis besar, ayat-ayat dalam surat At-Taubah ini tidak lepas dari peringatan-peringatan keras dari Allah kepada orang-orang kafir, fasik, dan munafik. Peringatan-peringatan keras ini senantiasa diakhiri dengan peringatan akan adzab yang pedih dan kekal. Na'udzubillaahi min dzaalik.

Tidak banyak yang dapat saya paparkan dari surat At-Taubah. Hikmah yang saya dapatkan untuk saat ini pada dasarnya hanya beberapa paragraf di atas. Di bawah ini saya cantumkan beberapa ayat yang sengaja saya kutip dari surat tersebut:
orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. At-Taubah:20)
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. (QS. At-Taubah:25)
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah:35)
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[1]. (QS. At-Taubah:40)
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (QS. At-Taubah:51)
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (QS. At-Taubah:54)
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS. At-Taubah:68)
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah:72)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah:100)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah:111)
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. (QS. At-Taubah:116)
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At-Taubah:122)
--
[1] Maksudnya: orang-orang kafir telah sepakat hendak membunuh Nabi SAW, maka Allah s.w.t. memberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi SAW. Karena itu maka beliau keluar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di bukit Tsur.

Rabu, 21 Desember 2011

Al-Anfaal

0 opini
Dalam bahasa Indonesia, Al-Anfaal berarti Rampasan Perang. Dari namanya saja kita sudah dapat menduga bahwa isi surat Al-Anfaal secara mayoritas terkait dengan peperangan antara kaum Muslimin dan kaum Musyrikin. Perang yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat ke-8 dalam Al-Qur'an ini adalah Perang Badar.

Ayat-ayat seputar perang Badar ini menjelaskan bagaimana kondisi kaum Muslimin dan kondisi kaum Musyrikin saat berperang. Selain itu, Allah menyampaikan pula bagaimana Allah telah memungkinkan kaum Muslimin untuk memenangkan perang Badar ini, baik secara fisik maupun mental. Kemenangan kaum Muslimin di perang Badar ini pun menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah.

Satu hal yang perlu diperhatikan di antara rangkaian ayat-ayat tentang peperangan ini adalah bahwasanya kaum Muslimin diperintahkan untuk memilih perdamaian. Alasan kaum Muslimin berperang hanyalah untuk melawan kaum Musyrikin yang memang berniat memerangi kaum Muslimin. Bila kaum Musyrikin memilih untuk berdamai, maka kaum Muslimin pun harus mengutamakan perdamaian. Hal ini tertuang di dalam ayat 61 (saya cantumkan di bagian bawah).

Yang menarik dari surat Al-Anfaal ini adalah kobaran semangat yang dimiliki kaum Muslimin (dengan ijin Allah) saat maju untuk berperang demi mempertahankan agama Islam. Semangat kaum Muslimin ini ikut membakar semangat di dalam diri saya. Tentu saja bukan semangat untuk berperang, tapi semangat untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik demi mengabdi kepada Allah.

Itu saja yang bisa saya sampaikan terkait pelajaran yang saya ambil dari membaca terjemah surat Al-Anfaal. Berikut ini adalah kumpulan ayat-ayat yang saya kutip dari surat tersebut:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman[1] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[2] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS. Al-Anfaal:2)
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). {*} Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (QS. Al-Anfaal:15-16)
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. Al-Anfaal:28)
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfaal:46)
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu." Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah." Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al-Anfaal:48)
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anfaal:61)
--
[1]Maksudnya: orang yang sempurna imannya.
[2]Dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan-Nya.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kutipan dari surat Al-A'raaf

0 opini
Surat ke-7 dalam Al-Qur'an, yaitu surat Al-A'raaf, menyimpan banyak firman Allah tentang kehidupan para nabi (dan umat mereka masing-masing). Yang pertama adalah ayat-ayat tentang kehidupan Nabi Adam a.s., yaitu penghargaan Allah s.w.t. kepada Nabi Adam a.s. dan keturunannya dalam ayat 11 s.d. 25 dan peringatan Allah terhadap godaan Syaitan dalam ayat 26 s.d. 30.

Selanjutnya Allah berfirman tentang pengutusan para rasul dan akibat penerimaan dan penolakan kerasulan dalam ayat 34 s.d. 53. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat dahsyat yang menggambarkan perbedaan nasib antara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman; gambaran surga dan neraka serta para calon penghuninya. Layak baca!

Selanjutnya adalah ayat-ayat yang berisi kisah (singkat) mengenai kehidupan beberapa orang nabi, antara lain:
  • Kisah Nabi Nuh a.s.: ayat 59 s.d. 64
  • Kisah Nabi Hud a.s.: ayat 65 s.d. 72
  • Kisah Nabi Shaleh a.s.: ayat 73 s.d. 79
  • Kisah Nabi Luth a.s.: ayat 80 s.d. 84
  • Kisah Nabi Syu'aib a.s.: ayat 85 s.d. 93
  • Kisah Nabi Musa a.s.: ayat 103 s.d. 155
Setiap kisah kehidupan para nabi yang tercantum di atas memiliki kesamaan sebagai berikut:
  • Menceritakan penolakan masing-masing kaum terhadap petunjuk dan peringatan Allah melalui nabi-nabi yang diutus kepada mereka.
  • Menceritakan bagaimana masing-masing kaum tidak sekedar membangkang, tapi juga menantang datangnya azab Allah kepada mereka.
  • Menceritakan bagaimana Allah menyelamatkan para nabi dan pengikut-pengikutnya saat Allah menurunkan azab ke tengah-tengah masing-masing kaum.
Hanya itu saja yang dapat saya sampaikan dari pengalaman saya membaca terjemahan surat Al-A'raaf. Di bawah ini adalah beberapa ayat yang sengaja saya kutip dari surat tersebut:
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. Al-A'raaf:10)
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al-A'raaf:17)
Hai anak Adam[1], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa[2] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A'raaf:26)
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[3], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[4]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A'raaf:31)
Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-A'raaf:33)
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu[5]; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al-A'raaf:34)
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. Al-A'raaf:51)
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[6]. (QS. Al-A'raaf:55)
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-A'raaf:153)
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A'raaf:179)
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Al-A'raaf:187)
Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raaf:199)
--
[1]Maksudnya ialah: umat manusia
[2]Maksudnya ialah: selalu bertakwa kepada Allah
[3]Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling Ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain.
[4]Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.
[5]Maksudnya: tiap-tiap bangsa mempunyai batas waktu kejayaan atau keruntuhan.
[6]Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

Kamis, 17 November 2011

Ayat-ayat dari Surat Al-An'aam

0 opini
Surat keenam dalam kitab suci Al-Qur'an ini diawali dengan firman-firman Allah tentang kemusyrikan, yaitu sikap orang-orang musyrik yang berpaling dari Islam dan menyekutukan Allah, dan nasib orang-orang musyrik di hari kiamat kelak. Membaca rentetan ayat-ayat tentang siksaan terhadap orang-orang musyrik di dalam Surat ini sejatinya menambah kuat keimanan saya.

Rasanya saya tidak perlu menulis panjang lebar mengenai kesan saya saat membaca terjemah ayat demi ayat dari Surat ini. Langsung saja saya paparkan kumpulan ayat-ayat yang saya kutip dari surat Al-An'aam:
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. Al-An'aam:6)
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An'aam:13)
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku." {*} Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. (QS. Al-An'aam:15 - 16)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[+1]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An'aam:32)
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (QS. Al-An'aam:59)
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Al-An'aam:97)
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al-An'aam:108)
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An'aam:115)
Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (QS. Al-An'aam:120)
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)[+2] dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An'aam:128)
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. Al-An'aam:160)
--
[+1]Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. Janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat.
[+2]Maksudnya syaitan telah berhasil memperdayakan manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya, dan manusia pun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu.

Rabu, 09 November 2011

Hidangan dalam Al-Qur'an

0 opini
Surat kelima dalam Al-Qur'an, Al-Maa'idah, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Hidangan. Surat Al-Maa'idah ini dibuka dengan berbagai aturan tentang halal dan haram mulai dari urusan makanan sampai urusan perkawinan. Salah satu yang perlu digarisbawahi adalah haramnya mengundi nasib yang tertuang di dalam ayat 3 yang saya kutip di sini: "... Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[+1], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. ..."

Ada beberapa bagian dalam surat Al-Maa'idah yang menarik untuk dibaca. Pertama, keengganan bangsa Yahudi mentaati perintah Nabi Musa a.s. memasuki Palestina; tertuang dalam ayat 20 s.d. 26. Kedua, kisah pembunuhan pertama yang melibatkan kedua putra Nabi Adam a.s.; tertuang dalam ayat 27 s.d. 32. Ketiga, ayat-ayat yang bercerita tentang mukjizat Nabi Isa a.s.; tertuang dalam ayat 110 s.d. 120.

Selain berbagai pelajaran yang saya paparkan di atas, di bawah ini saya sertakan juga beberapa ayat yang sempat saya kutip ke dalam tulisan ini:
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maa'idah:8)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. {*} Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. (QS. Al-Maa'idah:36 - 37)
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). (QS. Al-Maa'idah:55)
Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maa'idah:76)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Maa'idah:87)
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS. Al-Maa'idah:89)
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al-Maa'idah:91)
Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Maa'idah:100)
--
[+1]Anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

Belajar dari Surat An-Nisaa'

0 opini
Dan perjalanan membaca terjemah Al-Qur'an itu pun berlanjut sampai surat keempat: surat An-Nisaa'. Hal pertama yang saya temukan dalam surat An-Nisaa' adalah pembatasan (bukan sekedar pembolehan) poligami menjadi maksimal 4 istri (dari sebelumnya tanpa batas). Poligami pun dibatasi dengan syarat suami harus berlaku adil terhadap istri-istrinya. Bila suami tidak mampu berlaku adil, Allah pun membatasi pernikahan menjadi monogami. Berikut isi ayat 3 surat An-Nisaa' yang berisi pembatasan tersebut:
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[+1], maka (kawinilah) seorang saja[+2], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisaa':3)
Surat An-Nisaa' juga berisi pokok-pokok hukum pembagian harta waris, yaitu dalam ayat 7 s.d. ayat 14. Selain itu, surat ini juga berisi beberapa hukum perkawinan (pernikahan). Ada banyak sekali ayat-ayat yang mengatur tentang pernikahan dalam surat An-Nisaa' ini. Salah satu ayat yang menyebutkan tentang hukum perkawinan itu adalah ayat 23 (saya kutip di bawah) yang juga dijadikan dasar hukum mahram.

Di dalam surat ini pun saya menemukan banyak ayat yang mengatur tentang jihad dan hijrah; baik mengenai kewajibannya maupun mengenai balasannya. Masih banyak pelajaran lain yang saya dapatkan dari surat An-Nisaa'. Akan tetapi, dari semua pelajaran yang saya dapat dari surat An-Nisaa', hanya beberapa ayat saja yang saya kutip dalam tulisan ini:
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. An-Nisaa':10)
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan[*3], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa':17)
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[+3]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisaa':23)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[+4]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisaa':29)
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. An-Nisaa':32)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[+5] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[+6]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[+7], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[+8]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisaa':34)
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. An-Nisaa':57)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisaa':59)
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisaa':82)
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat[+9], (QS. An-Nisaa':105)
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisaa':110)
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa':116)
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisaa':129)
Allah tidak menyukai ucapan buruk[*1], (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya[*2]. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nisaa':148)
--
[+1]Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[+2]Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.
[+3]Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
[+4]Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.
[+5]Maksudnya: Tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[+6]Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[+7]Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[+8]Maksudnya: untuk memberi pelajaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.
[+9]Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu'mah dan ia menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu'mah tidak mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi. Hal ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu'mah kepada Nabi s.a.w. dan mereka meminta agar Nabi membela Thu'mah dan menghukum orang-orang Yahudi, kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu'mah, Nabi sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu'mah dan kerabatnya itu terhadap orang Yahudi.
[*1]Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
[*2]Maksudnya: orang yang teraniaya boleh mengemukakan kepada hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya.
[*3]Maksudnya ialah:
- Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan lebih dahulu.
- Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak.
- Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.

Senin, 17 Oktober 2011

Kutipan dari Surat Ali 'Imran

2 opini
Cita-cita saya untuk membaca terjemah Al-Qur'an masih bertahan. Alhamdulillah pada hari ini saya selesai membaca terjemah Al-Qur'an surat Ali 'Imran sebanyak 200 ayat. Alhamdulillah ada banyak pelajaran yang dapat saya ambil selama membaca terjemah surat Ali 'Imran ini. Ada banyak kutipan ayat-ayat Al-Qur'an dalam surat Ali 'Imran yang ingin saya tuangkan di sini.

Kutipan ayat-ayat tersebut ada di bagian bawah tulisan ini. Akan tetapi, ada sedikit pelajaran yang ingin saya bagi di sini. Ternyata untuk tetap konsisten membaca terjemah Al-Qur'an itu bukan hal yang mudah. Hal pertama yang harus saya hadapi adalah masalah kebosanan. Kadang rasa jenuh itu begitu melekat sampai membuat saya enggan meneruskan membaca terjemah Al-Qur'an ini. Ada kalanya saya memutuskan untuk "libur" agar rasa bosan itu tidak semakin kuat. Saya khawatir bila rasa bosan itu menguat, minat saya membaca terjemah Al-Qur'an itu memudar.

Membaca terjemah Al-Qur'an pun butuh konsentrasi yang kuat. Saya rasakan sendiri beberapa kali saya mengulang membaca terjemah suatu ayat karena saya tidak mengerti apa yang dimaksud ayat itu, padahal saya sendiri sudah mencoba fokus kepada ayat-ayat muhkamaat[1]. Pada kondisi seperti ini, saya selalu merasa ada sesuatu yang mengalihkan perhatian saya dan membuat saya sulit memahami terjemah ayat Al-Qur'an yang sedang saya baca.

Selain itu, saya pun merasa harus berhati-hati saat membaca terjemah ayat-ayat Al-Qur'an ini. Jangan sampai setelah saya selesai membaca tulisan ini, bukan keimanan yang bertambah, justru keraguan yang semakin menguat. Oleh karena itu, saya tetap fokus pada ayat-ayat yang jelas dan mudah dimengerti. Kalau masih membingungkan, saya pun tidak segan mencari referensi tambahan untuk menjawab pertanyaan yang mengganjal di hati.

Masih banyak lagi yang dapat saya ceritakan di sini, tapi sepertinya tulisan ini akan menjadi terlalu panjang. Langsung saja saya cantumkan ayat-ayat dari surat Ali 'Imran yang sempat saya kutip di bawah ini. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran kumpulan ayat-ayat di bawah ini.
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (QS. Ali 'Imran:5)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). {*} Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. {*} (Yaitu) orang-orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," {*} (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS. Ali 'Imran:14 - 17)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali 'Imran:31)
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[+], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS. Ali 'Imran:79)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali 'Imran:85)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS. Ali 'Imran:91)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali 'Imran:102)
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (QS. Ali 'Imran:109)
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, {*} (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali 'Imran:133 - 134)
(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali 'Imran:138)
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali 'Imran:180)
--
[1]Penjelasan lebih lanjut tentang ayat muhkamaat (dan ayat mutasyaabihaat) dapat dibaca di sini: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/mutasyabihaat.htm
[+]Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah SWT

Kamis, 06 Oktober 2011

Pengalaman Membaca Terjemah Surat Al-Baqarah

2 opini
Al-Qur'an
Alhamdulillah. Kemarin siang saya berhasil menuntaskan membaca terjemahan dari 286 ayat Al-Qur'an dalam surat Al-Baqarah. Pengalaman membaca terjemahan surat Al-Baqarah ini mengungkap banyak hal baru bagi saya. Banyak ayat yang mengena dan mencerahkan hati dan pikiran saya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dalam surat Al-Baqarah ini. Contohnya antara lain bagaimana membedakan sifat orang mukmin, kafir, dan munafik, kisah penciptaan Nabi Adam sebagai manusia pertama, dan segudang firman Allah yang menjelaskan sifat-sifat buruk Bani Israil.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, firman Allah seputar Bani Israil itu mengambil porsi yang sangat banyak dalam surat Al-Baqarah. Bani Israil ini memiliki banyak sifat yang memang layak untuk kita ketahui sebagai peringatan agar kita tidak terjebak pada masalah yang sama. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk membaca semua itu.

Masih banyak lagi pelajaran yang dapat diambil dari surat Al-Baqarah. Yang saya paparkan di atas ibaratnya hanya seujung kuku dari sebuah tubuh yang lengkap. Apalagi yang saya baca hanya terjemahannya saja; belum sampai membaca tafsir. Tentu saja yang dapat saya pahami adalah ayat-ayat yang sifatnya eksplisit (mudah dipahami). Dari 286 ayat dalam surat Al-Baqarah itu, berikut ini adalah ayat-ayat yang sempat saya kutip:
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (QS. Al-Baqarah:2)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (QS. Al-Baqarah:45)
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. (QS. Al-Baqarah:107)
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. (QS. Al-Baqarah:123)
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:153)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:155)
‎Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah:168)
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[A1]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah:173)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah:177)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah:186)
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah:254)
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (QS. Al-Baqarah:268)
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah:271)
Masih banyak lagi pelajaran-pelajaran yang menarik dan menakjubkan dalam Al-Qur'an. Saya yakin akan hal ini. Semoga saja saya masih mampu menyediakan waktu untuk membaca terjemahan Al-Qur'an ini sampai selesai; dan mungkin membaca kembali dari awal atau melanjutkan dengan tafsir. Aamiin.

Waktu terus berjalan, usia terus berkurang, semoga waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

--
[A1]Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.