Jumat, 13 Maret 2009

Diklat Teknis Substantif Dasar Pajak II

0 opini
Hari ini menjelang akhir minggu ketiga Diklat Teknis Substantif Dasar Pajak II (dtsdp2). Beberapa materi sudah selesai dibahas, yaitu Tugas Pokok dan Fungsi Direktorat Jenderal Pajak (Tupoksi), Pengantar Hukum Pajak (PHP), Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Pajak Penghasilan (PPh), Bea Meterai (BM), dan Penagihan Pajak (PP). 3 dari materi-materi tersebut sudah diujikan, yaitu Tupoksi, PHP, dan KUP.

Masuk jam 7 pagi sampai jam 5 petang. Istirahat yang dijadwalkan hanya 15 menit pada pukul 10:15, 1 jam pada pukul 12:00, dan 15 menit pada pukul 15:15. Aku merasa jadwal yang diberikan terlalu padat. Kadang aku merasa materi-materi yang diberikan seperti dipaksakan untuk selesai sekedar untuk mengejar waktu yang tersedia.

Hal ini terasa sekali saat materi tentang PPh. Beberapa kali aku merasa tertinggal dalam pembahasan terutama untuk bagian-bagian dengan istilah-istilah akuntansi yang tidak aku mengerti. Pada waktu-waktu seperti ini, banyak hal yang terpaksa aku acuhkan agar aku bisa terus mengikuti pembahasan yang diberikan pengajar di depan.

Rasa bosan juga berperan besar membuat aku tertinggal dalam pembahasan. Rasa bosan ini muncul saat pembahasan materi berjalan tanpa variasi. Saya berterima kasih pada pengajar yang membuat variasi metode pengajaran dengan memperbanyak diskusi kelompok. Selain itu, bukan saya bermaksud untuk tidak disiplin, saya pun berterima kasih pada pengajar yang berkenan menambah waktu istirahat. :)

Kadang timbul pertanyaan dalam diriku. Kenapa jadwal diklat ini sangat padat? Aku yakin beberapa pengajar juga merasa waktu yang mereka miliki untuk mengajarkan materi mereka sangat minim. Aku pribadi berpikir lebih baik jangka waktu diklat ini diperpanjang menjadi 12 minggu atau lebih. Intinya agar pengajar tidak perlu tergesa-gesa mengajar materinya. Selain itu peserta pun punya lebih banyak waktu untuk memperdalam materi yang diberikan.

Sampai saat ini aku berpikir alasan memilih 8 minggu untuk jangka waktu diklat karena ingin menyegerakan persiapan calon pegawai siap pakai. Direktorat Jenderal Pajak memang sangat membutuhkan tambahan pegawai. Hal ini terlihat jelas dengan jumlah calon pegawai lebih dari 1.200 orang. Alasan lain mungkin terkait dengan alokasi dana untuk diklat. Biaya pengajar, biaya konsumsi, dan biaya lainnya tentu membengkak karena harus melatih lebih dari 1.200 calon pegawai. :)

Terlepas dari itu semua, aku BOSAN! :p

Minggu, 01 Maret 2009

GUI Improvements for Gmail

0 opini
Gmail looks in the eyes of internet users, especially email owners, and said, "Uploading attachments are less tedious and easy to estimate if you're using ME instead of other email service providers."

Gmail now provides multi-select and progress bars to help their users when they're attaching more than 1 file.

Some people might not consider this additional feature as something important, but this is actually parts of the principles in GUI (Graphical User Interface) design. The multi-select feature is about making even the simplest task simpler to do; that is uploading multiple files. The progress bars provides better feedback for users so that they can easily estimate how much longer will it take for the upload to finish.

I'm glad that the Gmail team never stopped enhancing Gmail. Maybe that's one of the reason why they keep the word "beta" close to the Gmail logo. That means they'll never forget that what they have right now is just the beta version and requires more and more improvements.

What about you, Yahoo?