Sabtu, 24 Maret 2012

Menjadi Teladan, Bukan Atasan

4 opini
Apapun metode mendidik anak yang kita gunakan, mendidik anak dengan menjadi teladan (memberi contoh) itu tetap lebih baik dibandingkan mendidik anak dengan menjadi atasan (memberi perintah). Berikut ini adalah rangkaian tweet saya sendiri tentang mendidik anak dengan menjadi teladan:
  1. Anak-anak adalah tukang tiru. Mereka lebih mudah belajar dengan meniru kita. Susah bagi mereka untuk mempelajari sesuatu lewat kata-kata.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183357190709583872
  2. Untuk anak balita yang jarang keluar rumah, orang tua adalah narasumber utama untuk ditiru anak-anak kita.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183357665395752961
  3. Dari yang baik sampai yang buruk, dari yang sepele sampai yang penting, anak-anak pasti akan meniru kita.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183357878961319937
  4. Itulah alasannya kenapa untuk mendidik anak menjadi baik itu diperlukan orang tua yang memiliki karakter baik juga.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183358170792607744
  5. Dari orang tua yang baik, lahir pula anak yang baik. Begitu kira-kira teorinya. Lalu bagaimana prakteknya? Prakteknya selaras dengan teori.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183358506890559489
  6. Raito dan Aidan pun banyak meniru ayah dan ibunya; mulai dari kelakuan baik sampai dengan buruk; dari yang kecil sampai yang besar.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183358735849226241
  7. Contohnya Raito dan Aidan suka meniru gaya saya menyetir. Gaya ini dipraktekan saat mereka mengendarai mobil mainan mereka.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183359154516262912
  8. Tidak hanya itu. Sebegitu gemarnya mereka "menyetir", hampir semua objek dijadikan setir: gantungan baju, kotak kosong, dll.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183359359626133504
  9. Ada banyak hal lain yang ditiru oleh Raito dan Aidan. Terlalu banyak untuk disebut satu per satu.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183360252446642176
  10. Intinya adalah anak-anak itu pasti meniru kita. Jadi, kalau anak-anak kita bersikap buruk, mari kita introspeksi. Jangan cuma marahi anak.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183361142972882944
  11. Untuk mengajarkan anak kita hal-hal yang baik, kita contohkan. Bahkan hal-hal yang remeh pun perlu kita contohkan.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183361489724387328
  12. Membaca do'a sebelum makan, membaca do'a sebelum tidur, membaca do'a sebelum bepergian, makan sambil duduk, makan dengan tangan kanan, ...
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183361767370530817
  13. ... bersikap lembut kepada orang tua, tidak mudah marah-marah, mandi pagi, mandi sore, menyikat gigi, memakan sayur, minum jus buah, ...
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183362310713245697
  14. ... mau memberi maaf, tidak menyakiti orang lain, shalat, membaca Al Qur'an, dan berbagai kebaikan lain perlu dicontohkan oleh orang tua.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183362568168013825
  15. Sulit menjadi teladan bagi anak? Memang begitu. Tidak pernah ada yang bilang mendidik anak menjadi baik itu mudah.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183362818144354304
  16. #parenting adalah pekerjaan yang sulit dan tanpa tanda jasa, tapi sangat rewarding dan sangat mulia.
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183363374007074817
  17. Didiklah anak dengan menjadi teladan, bukan dengan menjadi atasan. #parenting
    https://twitter.com/#!/asyafrudin/status/183363589204217856
Itu saja sekelumit tulisan saya tentang mendidik anak dengan menjadi teladan. Semoga menjadi pengingat yang bermanfaat bagi saya sendiri dan semua orang tua yang sedang penat mendidik anak mereka. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang taat beragama, bermoral baik, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Aamiin.

Rabu, 21 Maret 2012

Ocean Heaven

0 opini
Ocean Heaven (http://hkmdbnews.com/)
Film Ocean Heaven adalah film tentang seorang ayah bernama Wang yang memiliki anak autis berumur 21 tahun bernama Dafu. Cerita di dalam film Ocean Heaven ini berkisar tentang usaha Wang untuk mencarikan tempat yang mau menerima dan merawat Dafu. Alasannya adalah karena Wang sendiri sudah menghitung hari menuju kematiannya. Berhubung istrinya sudah terlebih dahulu meninggal dunia, Wang merasa memang sudah menjadi kewajibannya untuk memastikan bahwa Dafu dapat bertahan hidup setelah dia meninggal nanti.

Ada dua alasan yang membuat saya tertarik menonton film ini. Pertama, Jet Li di sebuah film drama. Aktor film action kawakan seperti Jet Li mengambil peran utama dalam sebuah film drama keluarga adalah adalah sesuatu yang menarik. Tentu saja saya penasaran melihat bagaimana Jet Li memerankan karakter seorang ayah (dan jauh dari unsur "keras"). Alasan kedua film ini menarik bagi saya tentu saja untuk melihat bagaimana perkembangan cerita perjuangan Wang untuk menyelamatkan masa depan Dafu sebelum akhirnya pergi meninggalkan Dafu.

Saya tidak bisa mengatakan bahwa film ini adalah film yang hebat. Saya sendiri bahkan beranggapan bahwa ceritanya sendiri terlalu "mulus" untuk dapat terjadi di dunia nyata. Akan tetapi, sebagai seorang ayah, saya pribadi menganggap cerita di film ini begitu nyambung dengan kehidupan saya sendiri. Saya merasa dapat memahami perasaan dan beban Wang hampir di setiap adegan dalam film ini. Benar-benar sebuah film yang sangat mengena.

Ulasan saya mengenai film ini tentu saja bias. Hal ini jelas terlihat dari pengakuan saya di paragraf sebelumnya. Untungnya tulisan saya ini tidak dimaksudkan untuk mengulas film Ocean Heaven ini. Saya justru ingin menekankan pada pelajaran menarik (dan mengharukan) yang dapat saya ambil dari film ini.

Pelajaran utama yang saya dapatkan adalah betapa pentingnya menjadi seorang ayah yang memiliki dedikasi yang besar dalam merawat anaknya. Kehidupan sehari-hari Wang itu sebenarnya tidak istimewa. Wang hanyalah seorang pekerja biasa di sebuah Ocean Park; seseorang yang dapat kita temui setiap hari dalam hidup kita. Akan tetapi, dedikasinya merawat Dafu menjadikan dia seseorang yang istimewa di mata orang-orang di sekitarnya. Wang pun hidup bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kasih sayang yang Wang berikan kepada anaknya sudah pasti luar biasa besarnya. Merawat Dafu sehari-hari saja sudah pasti membutuhkan kesabaran yang tinggi, apalagi saat Wang sadar bahwa dia akan segera meninggal. Kasih sayang Wang kepada Dafu justru memaksa dia untuk berusaha lebih keras lagi mengajarkan Dafu untuk bisa bertahan hidup sendirian. Kasih sayang Wang juga yang memaksa dia untuk terus mencari alternatif tempat yang mau menerima Dafu.

Yang membuat saya terharu adalah di balik "mulus"-nya cerita dalam film ini, masih ada adegan-adegan yang memperlihatkan bahwa Wang pun hanya manusia biasa. Adegan pertama adalah saat pertama kali Wang harus berpisah dengan Dafu setelah Wang berhasil mendapatkan tempat yang mau menerima Dafu. Saat itu Wang digambarkan terlihat kesepian; seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Yang tidak saya sangka adalah Dafu pun ternyata memiliki perasaan yang sama. Sangat mengharukan.

Adegan berikutnya adalah saat Wang sedang mengajarkan Dafu untuk mengepel. Berkali-kali Wang memberi contoh mengepel dengan gerakan ke kiri dan ke kanan sambil berjalan mundur, berkali-kali pula Dafu justru mengepel dengan berjalan ke depan. Berkali-kali hal itu terjadi sampai ke sebuah titik saat Wang pun membentak Dafu. Dafu hanya terdiam dan menangis. Akhirnya Wang menghampiri Dafu dan mengatakan kepada Dafu bahwa dia akan pelan-pelan mengajari Dafu. Lagi-lagi sebuah adegan yang mengharukan.

Adegan yang paling mengharukan dan berhasil membuat saya meneteskan air mata adalah ... adegan yang saya rasa perlu ditonton langsung. Semakin banyak saya menulis di sini, semakin banyak pula spoiler Ocean Heaven yang terbuka. Satu hal yang pasti, film ini mengingatkan saya untuk kembali bersabar dalam menyikapi Raito dan Aidan, yaitu bahwa sesungguhnya menjadi ayah yang penyabar dan penuh kasih sayang adalah sesuatu yang penting.

Senin, 19 Maret 2012

Kenapa Pakai Rok Mini, Kakak?

26 opini
Seandainya saya bertanya, "Kenapa pakai rok mini, Kakak?" Saya rasa jawaban dari pertanyaan ini akan bervariasi. Akan tetapi saya yakin salah satu jawaban yang akan saya dengar adalah demi kebebasan berekspresi, yaitu bahwa setiap wanita sudah selayaknya memiliki kebebasan untuk memakai pakaian yang dia inginkan. Yang paling penting adalah pakaian yang dipilihnya tidak dianggap mengganggu kenyamanan publik. Jadi, kalaupun seorang memakai bikini di tengah keramaian atau bahkan telanjang dada sekalipun, semua itu tidak masalah apabila publik menyetujuinya.

Baiklah. Saya tidak akan mempermasalahkan keinginan setiap wanita untuk bebas berekspresi, tapi apakah kebebasan berekspresi ini harus dibuktikan lewat rok mini? Ini yang sebenarnya ingin saya tanyakan pada para wanita yang mengenakan rok mini. Ini pula yang saya ingin tanyakan kepada para pria yang mendukung para wanita untuk mengenakan rok mini.

Kita ini hidup di dunia para pria, Kakak. Para pria ini memiliki syahwat yang tidak terbatas. Bagi para pria normal, wanita seksi yang mengenakan rok mini adalah pemandangan yang membangkitkan gairah. Kalau memang ada pria normal yang tidak "terangsang" melihat wanita seksi yang mengenakan rok mini, kemungkinan pria ini sudah terlalu sering melihatnya sehingga wanita dengan rok mini tidak lagi menarik.

Dalam dunia pria ini, para wanita adalah anggota masyarakat kelas dua. Kalau saja tidak ada yang turun tangan dan membela hak para wanita, maka sampai saat ini pun para wanita akan tetap tertindas. Bahkan saat pembelaan hak terhadap para wanita ini sudah sebegitu gencarnya, para wanita ini tetap saja dianggap anggota masyarakat kelas dua. Pelecehan seksual, pemerkosaan, dan berbagai perampasan hak para wanita masih terus berjalan. Dan tebak siapa yang menjadi mayoritas bintang utama dalam film-film porno? Pria atau wanita? Saya rasa cukup jelas untuk dikatakan bahwa kita ini memang hidup di dunia para pria, Kakak.

Satu hal yang tidak luput dari "peran" para wanita ini adalah sebagai objek syahwat pria, Kakak. Entah itu secara eksplisit lewat pornografi dan prostitusi atau secara implisit lewat siulan-siulan lelaki hidung hitam putih (baca: belang). Kalau seorang wanita mengenakan rok mini, bukankah itu sama saja menegaskan kalau wanita ini siap menjadi objek syahwat pria? Kalau seorang wanita mengenakan rok mini, bukankah itu sama saja membuka dirinya terhadap pelecehan para pria (baik implisit maupun eksplisit)?

Di tengah-tengah perjuangan para wanita untuk mendapatkan kesetaraan hak terhadap para pria, bukankah mengenakan rok mini justru bersifat kontraproduktif? Saat para wanita ingin dinilai dari kemampuannya, bukankah mengenakan rok mini justru membuat para pria menilai wanita dari banyaknya kulit yang diperlihatkan? Saat para wanita bersikeras untuk mendapatkan penghargaan yang sama dengan para pria, bukankah mengenakan rok mini jelas-jelas akan membuat wanita tetap dihargai dari sudut pandang syahwat semata?

Kenapa pakai rok mini, Kakak? Dengan penalaran yang saya lakukan di atas, sulit bagi saya untuk menerima alasan Kakak memakai rok mini. Dengan begitu, sulit pula bagi saya untuk mendukung Kakak saat Kakak ingin mengenakan rok mini. Walaupun Kakak bersikeras atas nama kebebasan, saya justru berpikir kebebasan yang Kakak inginkan ini salah arah.

Apakah Kakak hanya ingin mengikuti trend? Apakah Kakak terpengaruh opini para pembela kebebasan? Apakah Kakak terpengaruh media dengan berbagai iklan mode yang provokatif dan proaktif itu? Apakah Kakak rela menjadi objek syahwat pria demi trend, kebebasan, atau iklan mode itu?

Akhirnya saya harus bertanya kembali. Kenapa mau (dan masih) pakai rok mini, Kakak?

Update [29 Mei 2012]
Perihal otak kotor, jawaban saya selaras dengan apa yang saya kutip di bawah ini:
Otak kami yang kotor? Ayolah, jika saja para lelaki diciptakan tanpa nafsu, maka sudah lama manusia punah.. Sudah kodratnya laki-laki akan tergerak nafsunya jika melihat paha wanita.. Jika ada lelaki yang dengan gagah berani tepuk dada bilang: tidak tergerak nafsunya saat melihat paha wanita cantik, itu hanya omong kosong agar semakin banyak wanita yang memamerkan pahanya dengan senang hati.. Rok mini, memang diciptakan untuk memancing perhatian (dan nafsu) para lelaki.. Jika kami memang berfikiran kotor dan tak bisa menahan iman, tentu kami akan turun ke jalan mendukung semua wanita untuk memakai rok mini.. Agar makin banyak wanita yang bisa memuaskan nafsu kotor kami.. Jadi, siapakah yang berfikiran kotor dan tidak bisa menahan iman? Para lelaki yang menentang rok mini, atau pendukungnya? Para penentang seks bebas, atau pendukungnya?
Sumber kutipan di atas: http://dinasulaeman.wordpress.com/2012/05/28/kata-kata-bijak-yang-koplak-dian-jatikusuma/

Senin, 12 Maret 2012

Jangan Meniup Makanan atau Minuman Panas

5 opini
Seperti yang tertera (secara implisit) pada judul, tulisan saya kali ini akan masuk kategori Kesehatan. Jarang sekali saya menulis tentang kesehatan karena saya sendiri memang bukan ahli kesehatan. Tulisan kali ini pun bukan hasil karya saya sendiri, tapi merupakan rangkaian tweet yang saya kutip apa adanya dari akun Twitter @ManJaddaWaJadaa. Berikut ini kutipannya:


Demikian 28 tweet yang saya kutip dari akun Twitter @ManJaddaWaJadaa tentang resiko meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bagi pembaca yang merasa bahwa informasi ini tidak benar atau bahkan menyesatkan, harap meninggalkan komentar disertai bukti atau penjelasan yang relevan. Terlepas dari itu, semoga kompilasi tweet di atas dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Kamis, 08 Maret 2012

Tentang Nabi Yusuf

1 opini
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf:2)
Di dalam surat Yusuf ini, Allah banyak bercerita mengenai Nabi Yusuf a.s.. Ceritanya bermula dari mimpi Nabi Yusuf a.s. yang merupakan tanda-tanda kenabian beliau. Ceritanya berlanjut dengan makar (konspirasi) saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. untuk "menyingkirkan" beliau karena mereka iri akan kenabian yang diterima Nabi Yusuf a.s.. Sebagaimana yang kita tahu bersama, saudara-saudara mereka memutuskan untuk menyingkirkan Nabi Yusuf a.s. dengan cara memasukan beliau ke dalam sumur.

Nabi Yusuf a.s. ditemukan oleh musafir-musafir yang sedang mengambil air dari sumur tersebut. Beliau pun segera dijual oleh musafir-musafir itu dengan harga murah. Para musafir ini berpikir bahwa Nabi Yusuf a.s. ini adalah milik seseorang. Oleh karena itu, Nabi Yusuf a.s. segera dijual (dengan harga murah) sebelum ditemukan pemiliknya.

Nabi Yusuf a.s. dibeli oleh seorang raja Mesir bernama Qithfir. Raja Mesir ini berkata kepada istrinya (yang bernama Zulaikha): "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak."[1] Dengan izin Allah, Nabi Yusuf a.s. justru menemukan kehidupan yang baik setelah dibuang oleh saudara-saudara beliau. Akan tetapi, setelah Nabi Yusuf a.s. dewasa, Zulaikha justru menggoda beliau. Dengan izin Allah, beliau berhasil menahan diri dari godaan Zulaikha.
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?" (QS. Yusuf:25)
Dalam ayat di atas diceritakan bahwa Nabi Yusuf a.s. akhirnya difitnah saat beliau mencoba menghindar dari godaan Zulaikha. Ayat-ayat selanjutnya bercerita bagaimana Nabi Yusuf a.s. itu berhasil dibebaskan dari tuduhan Zulaikha dengan melihat posisi koyaknya baju gamis beliau.

Cerita tentang kehidupan Nabi Yusuf pun terus berlanjut. Mulai dari ayat 30 s.d. ayat 35, surat Yusuf bercerita bagaimana Nabi Yusuf a.s. akhirnya tetap dipenjara walaupun beliau tidak bersalah. Di dalam penjara, Nabi Yusuf a.s. justru mendapatkan kesempatan untuk berdakwah sebagaimana diceritakan dari ayat 36 s.d. ayat 42. Di dalam dakwahnya ini Allah memperlihatkan mukjizat Nabi Yusuf a.s. yang mampu menakwilkan mimpi penghuni penjara yang lain.

Nabi Yusuf a.s. tetap dipenjara selama beberapa tahun[2]. Saat beliau dipenjara, beliau mendapatkan kesempatan untuk menakwilkan mimpi raja saat tidak satu orang pun tidak dapat menakwilkan mimpi raja itu sebagaimana tertuang dalam ayat 43 s.d. ayat 49. Kebenaran pun akhirnya sampai kepada raja dan Nabi Yusuf a.s. mendapatkan kesempatan untuk bebas dari penjara. Walaupun begitu, Nabi Yusuf a.s. tidak serta merta keluar dari penjara sebelum membuktikan bahwa beliau memang benar-benar tidak berkhianat dengan menggoda Zulaikha (istri raja).
Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku." Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka." {*} Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu[+1] ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya." Berkata isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." {*} (Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. (QS. Yusuf:50 - 52)
Setelah keluar dari penjara, dikisahkan bahwa Nabi Yusuf a.s. akhirnya diberikan kedudukan yang tinggi, yaitu sebagai bendaharawan negara. Bagian ini begitu mengena karena memperlihatkan bagaimana Nabi Yusuf a.s. akhirnya mendapatkan kedudukan yang tinggi karena keteguhannya bertahan sebagai manusia yang jujur dan dapat dipercaya. Sebuah kisah yang jarang kita temukan di antara para pemimpin/wakil rakyat kita saat ini.

Kisah tentang Nabi Yusuf a.s. berlanjut dengan pertemuan beliau dengan saudara-saudaranya. Bagian ini cukup panjang dan diceritakan mulai dari ayat 58 s.d. ayat 93. Bagian ini bercerita tentang kedatangan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. ke Mesir menghadap pembesar-pembesar Mesir untuk meminta bantuan bahan makanan.

Ceritanya agak panjang (36 ayat) untuk saya uraikan di dalam tulisan ini. Inti dari cerita pertemuan ini adalah siasat Nabi Yusuf a.s. untuk dapat bertemu kembali dengan saudara beliau yang bernama Bunyamin dan menahan Bunyamin agar dapat tinggal di Mesir bersama Nabi Yusuf a.s. Kisah pertemuan Nabi Yusuf a.s. dengan Bunyamin ini yang akhirnya berlanjut dengan kisah pertemuan Nabi Yusuf a.s. dengan kedua orang tuanya. Semua itu memungkinkan dengan izin Allah SWT.
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud[+2] kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf:100)
Sebagai penutup, saya kutip doa Nabi Yusuf a.s. menjelang akhir surat Yusuf dalam Al-Qur'an sebagai berikut:
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf:101)
Satu hal yang saya pelajari dari cerita tentang Nabi Yusuf a.s. ini adalah bagaimana saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. untuk "melenyapkan" Nabi Yusuf a.s. itu tidak berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya justru siasat Nabi Yusuf a.s. yang diizinkan oleh Allah SWT untuk berjalan sesuai rencana. Pada saat itu terungkaplah kekuasaan Allah yang tidak terkalahkan siasatnya. Hal yang sama juga berlaku pada siasat Zulaikha yang ingin menjebak Nabi Yusuf a.s. saat Nabi Yusuf a.s. menolak godaannya.

Hanya saja bukti kekuasaan Allah itu tidak datang begitu saja. Bahkan untuk seorang nabi seperti Nabi Yusuf a.s. pun bukti kekuasaan Allah itu datang perlahan dalam rentang waktu yang sangat panjang. Kesabaran dan kejujuran Nabi Yusuf a.s. yang menjadi "perantara" datangnya bukti kekuasaan Allah.

Bagaimana dengan kita? Wallahu a'lam.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf:111)
--
[1]Al-Qur'an surat Yusuf ayat 21.
[2]Al-Qur'an surat Yusuf ayat 42.
[+1]Yang dimaksud dengan keadaanmu ialah pendapat wanita-wanita itu tentang Yusuf a.s. apakah dia terpengaruh oleh godaan itu atau tidak.
[+2]Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah.