Senin, 12 Juli 2010

The Amazing Coraline

Judul tulisan ini seolah-olah menggambarkan bahwa tulisan ini adalah mengenai seorang pahlawan super (super hero) bernama Coraline. Namun demikian, saya yakin setiap penggemar novel karya Neil Gaiman tahu persis siapa yang saya maksud dengan Coraline. Walaupun begitu, saya tidak bermaksud menulis tentang novel Coraline. Yang saya maksud dengan "amazing" adalah film Coraline yang merupakan adaptasi dari novel tersebut.

Coraline merupakan film dengan cerita yang sangat menarik. Ceritanya memiliki tema yang terkait dengan keluarga; sebuah tema yang senantiasa menarik perhatian saya. Film Coraline bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Coraline Jones yang menjauh dari ayah dan ibunya karena ayah dan ibunya dianggap tidak terlalu peduli kepada dirinya. Pada akhirnya dia menemukan ayah dan ibu baru yang identik dengan ayah dan ibunya yang asli. Lebih tepatnya Coraline menemukan dunia paralel yang berisi rumahnya, ayah ibunya, dan tetangga-tetangganya. Perbedaannya adalah dunia paralel yang ditemukan Coraline ini jauh lebih menyenangkan.

Kunjungan pertama Coraline memang mengejutkan. Apalagi bila setiap makhluk hidup (bukan hanya manusia) di dunia paralel itu memiliki mata berupa kancing baju. Akan tetapi, yang lebih mengejutkan lagi adalah kenyataan bahwa Coraline tidak terlihat terganggu sama sekali dengan semua itu. Dia tidak terlihat memiliki masalah apa pun menatap kancing-kancing baju itu. Bahkan akhirnya dia memutuskan bahwa dunia paralel itu lebih menyenangkan ketimbang dunia yang sebenarnya.

Terus terang film itu mengingatkan saya agar lebih berhati-hati dalam bersikap untuk menjaga perasaan anak-anak saya. Agak menyedihkan juga melihat seorang anak lebih memilih orang tua dengan kancing baju sebagai mata mereka ketimbang orang tua anak itu sendiri. Semoga saja hal itu tidak perlu dialami oleh anak-anak saya kelak.

Kembali ke Coraline. Selepas masa-masa menyenangkan itu akhirnya Coraline dihadapkan pada sebuah pilihan sulit. Coraline harus memilih salah satu dari kedua dunia itu. Dunia nyata dengan ayah ibunya yang asli, yang jelas-jelas merupakan dunia yang membosankan dan tidak menyenangkan, atau dunia paralel yang merupakan dunia yang dia impikan selama ini.

Pilihannya memang sulit, tapi akhirnya Coraline memutuskan untuk kembali ke dunia nyata yang hambar bersama kedua orang tuanya. Akan tetapi, kepulangannya justru membawa dia ke dalam kondisi yang lebih sulit. Dunia paralel itu rupanya tidak pernah berniat melepaskan Coraline. Pada saat itu, Coraline justru dihadapkan kepada kondisi yang lebih sulit lagi. Untuk kelanjutannya saya persilakan untuk melihat sendiri film Coraline ini.

Bagi saya pribadi, hal yang paling menarik dari jalan cerita film Coraline adalah perubahan hati Coraline yang dimulai dari tidak menyukai hidupnya sampai akhirnya dapat kembali mencintai hidupnya. Coraline yang pada awalnya tidak masalah meninggalkan dunianya justru pada akhirnya dipaksa untuk berjuang mempertahankan dunianya itu. Pada akhirnya Coraline pun dapat menghargai setiap orang yang ada di sekelilingnya walaupun setiap orang itu memiliki keterbatasannya masing-masing.

Coraline adalah sebuah film keluarga yang menggugah; sama halnya dengan film Up.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar